Semakin Langka Semakin Dicari Kenikmatan Makanan Tradisional Petulo Mayang

Petulo Mayang dulu banyak beredar di seantero Jawa terutama Jawa timur dan Jawa Tengah. Banyak yang menyebutnya wedang petulo karena kuahnya yang lezat dan segar. Namun ada juga yang membuat kuahnya kental, disebut juruh kalau orang Jawa bilang. Dengan isian yang berupa olahan tepung beras yang mirip dengan putu mayang dan kadang diberi isian tambahan lain seperti serabi, dll. 

Salah satu makanan tradisional Nusantara ini sangat nikmat. Namun karena keberadaannya yang sudah langka saja, jadi tidak banyak yang mengingatnya dan anak generasi sekarang banyak yang belum tahu kelezatan Petulo Mayang ini. Jika ada yang menjual dipastikan laris manis, seperti halnya salah satu penjual yang ada di Solo yang berlokasi di dekat Kraton Mangkunegaran yang buka jam 10 pagi dan selalu sudah habis saat siang hari.


Buat Bunda yang ingin tahu rasanya, atau kangen dengan rasanya.. tak usah risau dan bingung mau mencarinya dimana. Cukup di rumah saja dan buat sendiri Petulo Mayang yang  lezat segar dengan resep pilihan dari kami di bawah ini.

Bahan-bahan

  • 200 gr tepung beras
  • 50 gr sagu/tepung tapioca
  • 300 ml santan kekentalan sedang
  • ½ sdt garam
  • Pewarna makanan
  • Daun pisang

Bahan Kinca:

  • 250 gr gula merah
  • 3 sdm gula pasir
  • 500 ml santan kekentalan sedang
  • ½ sdt garam
  • 1 sdm maizena larutkan dengan sedikit air
  • 2 helai daun pandan

Cara Membuat

  • Petulo Mayang
  1. Campurkan tepung beras dan garam, tuangkan santan, aduk rata hingga tepung beras larut.
  2. Rebus tepung beras dengan api kecil, aduk terus dengan sendok kayu hingga mengental. Matikan api.
  3. Masukkan sagu, aduk hingga rata dan kalis.
  4. Bagi menjadi 3 bagian yg sama, beri pewarna masing-masing merah rose dan hijau muda, satu bagian biarkan bewarna putih.
  5. Masukkan piping bag/plastik segitiga. Lubangi kecil saja. Lalu pencet piping bag isi adonan, di atas potongan daun pisang yang sudah dioles minyak. Lakukan hingga adonan habis.
  6. Panaskan kukusan, lalu kukus putu mayang selama 10 menit, dengan api sedang. Angkat dan sajikan dengan saus kinca.
  • Cara Membuat Kinca:
  1. Campurkan santan, gula merah, gula pasir, garam dan daun pandan yang sudah disimpulkan.
  2. Rebus sambil diaduk2 hingga mendidih.
  3. Lalu tuangkan maizena yang sudah dilarutkan dengan air, aduk hingga kuah mengental. Kalo pengen kuah encer, ga usah maizena.

Mayangnya empuk lembut uenak banget dimakan dengan kuahnya. Rasanya… sueger, gurih-manisnya pas. Kalau Bunda mencari alternatif hidangan untuk acara-acara, Petulo Mayang ini cocok banget deh Bun, pasti bakalan laris manis.  Selamat mencoba!

Sumber

0 Response to "Semakin Langka Semakin Dicari Kenikmatan Makanan Tradisional Petulo Mayang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel