Berlangganan

Kisah Menarik di Balik Nama Kolak



Kolak identik dengan makanan manis yang biasanya disediakan sebagai takjil di bulan Ramadhan. Saya yakin semua pembaca di sini sudah pernah mencicipi manis dan legitnya kolak pisang, kolak ubi, dan berbagai jenis kolak lainnya.

Meski demikian, ternyata tidak banyak orang yang tau mengenai asal kata dari Kolak ini. Kolak sebenarnya bukan sekedar makanan pembuka setelah kita berpuasa, tapi juga merupakan media dakwah kreatif yang dibawa para Wali di Indonesia di abad 13. Pada saat itu, para ulama biasanya menggunakan cara yang sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat setempat.

Kesuksesan kolak menjadi makanan khas bulan Ramadhan merupakan bukti bahwa penyebaran agama islam di Indonesia dicapai melalui berbagai cara yang kreatif dan kaya dengan unsur budaya.

Asal-Usul Kolak

Kolak berasal dari kata “Khalik” yang artinya Sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Kolak bisa diartikan sebagai upaya kita mendekatkan diri kepada Sang pencipta. Bahan-bahan yang digunakan dalam membuat kolak merupakan perwujudan dari keberagam ciptaan Tuhan, sekaligus memiliki makna berserah diri.

Contoh: Pisang Kepok yang biasa digunakan untuk membuat kolak bermakna “Kapok” atau taubat dan kembali ke jalan yang diridhoi Allah SWT. Ubi yang disebut juga Telo Pendem (ketela terpendam), bermakna mengubur kesalahan kesalahan yang pernah kita buat. Sedangkan rasa manis dari gula bermakna cinta dan perdamaian.

Sebenarnya di masa lalu, kolak biasanya mulai disajikan pada awal bulan Sya’ban atau satu bulan sebelum ramadhan. namun kebiasaan mengkonsumsi kolak ini pun berlanjut hingga memasuki bulan ramadhan dan dijadikan sebagai menu takjil. Kolak pun menjadi hidangan paling populer di bulan Puasa hingga saat ini.

Naah, sekarang sudah tau kan makna dibalik penganan kolak ini? Jangan lupa share dan beritahu teman dan keluarga lainnya ya. Semoga bermanfaat :)