Berlangganan

Kisah Masjid Jogokariyan Jogja Yang Fenomenal!



Seperti yang kita ketahui bahwa pada faktanya ada begitu banyak Masjid di indonesia, baik yang besar maupun yang kecil. Bisa jadi mungkin ada 1 juta lebih. Namun yang jadi pertanyaan, berapa Masjid kah yang menjadi BEBAN bagi Jama'ah dibandingkan dengan Masjid yg MEMBERDAYAKAN Jama'ah..?

Ratusan ribu Masjid membebani Jama'ah untuk listrik...air...dan kebersihan..padahal pemanfaatannya hanyalah sholat dan sholatnya pun tak pernah penuh. Disamping itu, Aset Masjid berupa jutaan meter persegi tanah dan bangunan dinilai dari aspek apapun (serasa) masih sangat tak produktif. Padahal idealnya Masjid adalah ideologi sekaligus substansi Peradaban Islam..

Karena itulah, apa yang dilakukan oleh Masjid Jogokariyan Yogyakarta sungguh fenomenal...

Para pengurus mengelola masjid dengan benar-benar profesional sehingga Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga memberi manffat maksimal bagi masyarakat sekitar. Secara sederhana "Manajamen Masjid" memiliki 3 langkah yakni : PEMETAAN, PELAYANAN, dan PEMBERDAYAAN.

Idealnya setiap Masjid harus memiliki peta:
  1. Da'wah yang jelas
  2. Wilayah kerja yang nyata 
  3. Jamaah yang terdata
Pendataan yang dilakukan Masjid terhadap jamaah mencakup : Potensi dan kebutuhan, Peluang dan tantangan, Kekuatan dan kelemahan.

Sensus Masjid

Para pengurus di Masjid Jogokariyan pun berinisiatif melakukan SENSUS MASJID, yaitu berupa Pendataan tahunan yang hasilnya menjadi Data Base dan Peta Da'wah komperehensif. Database dan peta dakwah ini tidak hanya mencakup Nama KK dan warga saja, tapi juga meliputi :
  • Pendapatan
  • Pendidikan
  • Siapa saja yg sholat & yang belum sholat... 
  • Yang sholat di Masjid & yg belum sholat di Masjid...
  • Yang sudah berzakat atau yg belum...
  • Yang sudah ber-qurban atau yg belum ber-qurban...
  • Yang aktif mengikuti kegiatan masjid atau yg belum... 
  • Yang *berkemampuan* di bidang apa dan bekerja di mana... 
Pokoknya detail banget deh!

Dari database yang detil tersebut, mereka bisa tahu bahwa dari 1030 KK (4000-an penduduk sekitar masjid) yg belum sholat tahun 2010 ada 17 orang... Lalu bila dibandingkan dengan data tahun 2000 yang belum sholat 127 orang. Dari data itulah perkembangan da'wah selama 10 tahun terlihat.

Peta da'wah Masjid juga memperlihatkan gambar kampung yang dirumah-rumahnya berwarna-warni. Setiap warna memiliki arti tersendiri.
  • Warna hijau berarti *SANGAT* mendukung da'wah
  • Warna hijau muda berarti *CUKUP* mendukung Da'wah
  • Warna kuning berarti *NETRAL* terhadap Da'wah
  • sedangkan...
  • Warna merah berarti *MUSUH* Da'wah
Di tiap rumah ada juga atribut iconik:
  • Icon Ka'bah 🕋  berarti sdh berhaji
  • Icon Unta 🐫  berarti sdh ber-Qurban
  • Icon Koin 💰 berarti sdh berzakat
  • Icon Peci 🎩  berarti sdh...dsb...

Konfigurasi rumah sekampung itu juga biasa dipakai tuk mengarahkan para Ikhwah da'i yang juga sedang cari rumah...

Masjid Jogokariyan juga berkomitmen tidak membuat unit Usaha agar tidak menyakiti jamaah yang juga memiliki bisnis serupa. Contoh kasus: Tiap pekan Masjid Jogokariyan biasa menerima ratusan tamu, sehingga konsumsi untuk tamu di-orderkan bergilir pada jamaah yang punya rumah makan..


Undangan Berjamaah

Data jamaah yang dimiliki masjid ini juga digunakan untuk Gerakan Shubuh Berjamaah. Pada tahun 2004 misalnya, dibuat undangan cetak layaknya undangan pernikahan untuk Gerakan Shubuh seperti ini:

UNDANGAN :

Mengharap kehadiran
Bapak/Ibu/Saudara...
Dalam acara Sholat Shubuh Berjamaah, besok pukul 04.15 WIB
Di: Masjid Jogokariyan

Undangan itu dilengkapi hadis-hadis keutamaan Sholat Shubuh... hasilnya...?? Luaar biasaa!
Silahkan mampir ke Masjid Jogokariyan untuk merasakan Jamaah Shubuh yang hampir seperti Jamaah Sholat Jum'at !!

Sistem Keuangan

Sistem keuangan Masjid Jogokariyan juga berbeda dari yang lain...
Jika ada Masjid mengumumkan dengan bangga bahwa saldo infaknya jutaan, maka Masjid Jogokariyan selalu berupaya keras agar di tiap pengumumaan saldo-infak harus sama dengan NOL Rupiah !!

Infak itu ditunggu pahalanya untuk jadi amal sholih, bukan untuk disimpan di rekening Bank...
Sebab pengumuman infak jutaan akan sangat menyakitkan jika tetangga Masjid ada yang tak bisa ke Rumah Sakit sebab tak punya biaya atau tak bisa sekolah...
Masjid yang menyakiti Jamaah ialah *tragedi da'wah...*

Sehingga dengan pengumuman saldo infak sama dengan NOL Rupiah, maka jamaah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya... Masya Allah!

Masjid Sebagai Pusat Aktifitas Para Pemuda

Wifi di Masjid Jogokariyan sudah ada dari tahun 2004...dan itu gratis-tis!
 Sehingga Jamaah baik dari anak-anak maupun dewasa tidal perlu repot-repot ke Warnet yg sangat memungkinkan mereka untuk membuka situs yang bukan-bukan...😐

Kami juga menyediakan ruang olahraga atau bermain yang terdapat alat olahraga seperti tenis meja dll, sehingga anak-anak atau remaja atau pemuda yang ingin bermain atau berolahraga di Jogokariyan bisa kerasan atau betah...

Daripada mereka main atau ber-olahraga diluar masjid yg biasanya waktu mereka saat itu bertabrakan dengan waktu sholat...

Gerakan Jamaah Mandiri

Alhamdulillah... Biasanya kami bisa menyediakan setidaknya 1000 piring sebagai menu buka puasa di bulan Romadhon... Juga secara gratis-tis untuk para Jama'ah.

Masjid Jogokariyan pada tahun 2005 juga meng-inisiasi Gerakan Jamaah Mandiri, yaitu menghitung perkiraan biaya per-tempat sholat untuk tiap orang. Caranya seperti ini:

Jumlah biaya setahun dihitung, dibagi 52. Ketemulah biaya mingguan. Kemudian dibagi lagi dengan kapasitas masjid... Lalu ketemu biaya per-tempat sholat...

Angka ini kemudian disosialisasikan... Jamaah diberitahu bahwa jika dalam sepekan mereka ber-infak dengan jumlah "sekian", maka dia katagori "Jamaah Mandiri". Adapun jika berinfak lebih, maka dia termasuk "Jamaah Pensubsidi"

Tetapi...
Jika dia tidak ber-infak atau berinfak kurang maka dia termasuk "Jamaah di Subsidi"
Kemudian sosialisasi ditutup dengan kalimat: "Doakan kami tetap mampu melayani ibadah anda sebaik-baiknya..."

Hasilnya? Gerakan Jamaah Mandiri Alhamdulillah sukses menaikkan infak pekanan Masjid Jogokariyan hingga 400%..😍😘   Luwar biyasaa!  Masya Allah!
Ternyata orang malu 🙈🙊  jika ia beribadah tapi disubsidi... hehehe

Layanan Kesehatan dan Umrah Gratis

Dengan adanya "peta" dan "data" serta pertanggungjawaban keuangan masjid yang transparan, infak 1000 rupiah pun kita akan tahu kemana alirannya. Maka tanpa diminta pun jamaah akan berpartisipasi...

Dan tiap kali renovasi Masjid, Takmir Masjid berupaya untuk tidak membebani jamaah dgn Proposal. Takmir hanya pasang spanduk : "Mohon maaf ibadah Anda terganggu, Masjid Jogokariyan sedang kami renovasi..."
Nomor rekening tertera di bawah...

Dan sejak tahun 2005 Masjid Jogokariyan juga sudah menjalankan program Universal Conference Insurance, dimana seluruh Jamaah Masjid bisa berobat di Rumah Sakit atau klinik manapun secara Gratis-tis dengan membawa Kartu Sehat Masjid Jogokariyan...

Dan kami juga biasa memberi *hibah Umrah* bagi jamaah yang betul-betul rutin Jamaah Sholat Shubuh di *Masjid Jogokariyan...

Inilah beberapa output dari Program Masjid Mandiri...
Artinya "semua yang dari jamaah akan kembali ke Jamaah..."

Satu kisah lagi untuk menunjukkan pentingnya data dan dokumentasi, yaitu: Masjid Jogokariyan punya foto pembangunannya di tahun 1967, gambarnya seorang Bapak sepuh berpeci hitam...berbaju batik dan sarungan sedang mengawasi para tukang pengaduk semen untuk Masjid Jogokariyan...

Nah, di tahun 2002/2003 Masjid Jogokariyan direnovasi besar-besaran kemudian foto itu dibawa kepada putra si kakek dalam gambar tsb...

Kebetulan sang putra adalah seorang juragan kayu. Kami katakan pada Putra kakek yang ada di foto tadi : "Ini gambar Ayahanda Bapak ketika membangun Masjid Jogokariyan, kini Masjid sudah tak mampu lagi menampung Jamaah, sehingga kami bermaksud merenovasi masjid, Jika berkenan untuk melanjutkan amal jariyah Ayahanda Bapak, kami tunggu partisipasi bapak di Jogokariyan..."

Alhamdulillah...!!!
Foto tua tahun 1967 itu membuat yang bersangkutan menyumbang 1 Miliar Rupiah dan mau menjadi Ketua Tim Pembangunan Masjid Jogokariyan sampai sekarang...!!
Ajib...!!
Foto tua yg telah dibingkai indah itu ternyata "seharga" 1 Miliar...😊

So...kapan mau ke *Masjid Jogokariyan...?*


Story by : Ustadz Salim A Fillah